ARTIKEL |
Pilih Yang Terakreditasi, Berharap Cepat Bekerja
Minggu, 11 Oktober 2009 | [3432 Dibaca]
Status akreditasi sebuah prodi ternyata mulai menjadi pemikiran mahasiswa saat ini. Mereka telah memikirkan susahnya mencari pekerjaan begitu tamat kuliah dari prodi yang tidak terakreditasi. Penilaian ini salah satunya diungkapkan Apriansyah, mahasiswa semester III prodi Olahraga Universitas PGRI Palembang. "Penting sekali. Sekarang ‘kan kalau cari kerja banyak yang minta syarat lulusan universitas dengan program studi yang terakreditasi A, B atau C. Susah kalau ternyata tidak terakreditasi,"ungkap Apriansyah di kampusnya, kemarin. Ia sendiri memilih prodi Olahraga karena memang gemar berolahraga dan berharap akan mendapatkan pekerjaan layak setamatnya kuliah. "Kalau soal status prodi olahraga, kita sebagai mahasiswa sudah diberi tahu saat ini sedang dalam proses. Mudah-mudahan begitu kami akan tamat, status prodi ini sudah terakreditasi,"harapnya. Anggi, mahasiswa dari Fakultas Ilmu Komputer Program Studi Teknik Informatika Universitas Sriwijaya punya pendapat sendiri soal akreditasi ini. Katanya, beberapa lowongan pekerjaan mensyaratkan level akreditasi dan itu harus menjadi perhatian para cama sebelum memutuskan masuk sebuah perguruan tinggi swasta (PTS). Meski demikian, ia menilai akreditasi saja tidak cukup. Perguruan tinggi juga harus membekali lulusannya dengan skill yang memadai sehingga siap menghadapi pasar kerja yang kompetitif. "Meski punya skill selangit, tapi imej perguruan tinggi kita buruk tentu sulit di terima di pasar kerja. Akreditasi merupakan simbol kepercayaan publik terhadap sebuah lembaga. Biasanya, masyarakat melihat lembaganya dahulu baru kualitas lulusanmya," cetus Anggi. |






