ARTIKEL |
Korban Gempa Butuh Dokter Umum
Senin, 12 Oktober 2009 | [2846 Dibaca]
Hasil rapat pleno pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumsel, Sabtu (10/10) menyepakati untuk kembali mengirim 20 orang dokter umum dan puluhan tenaga perawat mahir ke lokasi gempa bumi di kota Padang dan Pariaman (Sumbar). Dokter umum diterjunkan sebagai brigade siaga bencana ini ditugaskan merehabiltasi medik korban gempa. "Masih banyak pasien yang luka, yang membutuhkan dokter umum. Di Padang dan Pariaman sangat butuh dokter umum," kata Ketua IDI Sumsel Dr dr HM Alsen Arlan SpB-KBD, Senin (12/10). Menurutnya, pengiriman dokter ke lokasi gempa untuk memperkuat tim medis yang telah ada. Dokter umum dapat membantu pengobatan dan rehabitasi medik korban gempa, yang mengalami luka-luka, memang dan trauma. Sedangkan untuk dokter spesialis, pengiriman tidak akan dilakukan karena tim dokter dari RS Dr Jamil Padang masih solid. 20 dokter brigade siaga bencana dan puluhan perawat akan ditebar di semua pelosok kota Padang dan Pariaman untuk melakukan pengananan medis pasca gempa. Pengiriman dokter lengkap dengan obat dan makanan dilakukan besok, Selasa (13/10) di Sekretariat IDI Sumsel. Sementara Ketua Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Sumsel Arfan Alwi yang saat ini sedang berada di kota Padang bersama 20 lasykar mengatakan, MMI Sumsel berhasil masuk ke dalam gedung RSUP dr Jamil Padang yang ambruk, dimana orang takut masuk karena khawatir ada gempa susulan. Dilaporkan, Tim MMI Sumsel berhasil masuk ke Instalasi Bedah Sentral (IBS) dan berhasil membawa keluar peralatan operasi yang dibutuhkan dokter. Bahkan, peralatan bedal kecil, sepertti pisau laser dan alat canggih dengan harga miliran dapat dikeluarkan. Alhamdulillah, lasykar kita berusaha masuk ke ruang bedah. Kita bawa semua alat yang dibutuhkan," katanya. Arfan Alwi mengakui kalau timnya tidak mengetahui pasti alat-alat yang ada di ruang bedah. Akhirnya dengan menyakinkan seorang dokter IBS, bahwa gedung aman dan tidak akan ada gempa susulan, barulah dokter masuk bersama lasykar MMI dan memandu alat-alat medis mana yang akan diangkut keluar. "Alhamdulillah, pengeluaran alat operasi yang dibutuhkan korban gempa berjalan lancar," kata Arfan.
|






