ARTIKEL |
Sumatera Selatan Bidik Potensi Susu Kerbau Rawa
Sabtu, 07 November 2009 | [3815 Dibaca]
Potensi susu kerbau rawa di Sumatera Selatan menjadi salah satu informasi penting yang disampaikan Duta Besar (Dubes) RI untuk Roma, Mohamad Oemar kepada Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin SH. Pertemuan itu berlangsung di Pascasarjana Unsri, kemudian dilanjutkan di Hotel Horison Palembang, (5/11). "Sumsel punya potensi bagus untuk susu kerbau rawa. Salah satunya di Kabupaten OKI," jelas Atase Pertanian Indonesia untuk Roma Dr Erizal Sodikin. Beberapa waktu lalu, sejumlah ahli kerbau dari Italia bahkan sudah meninjau kerbau rawa yang ada di Sumsel. Pada saatnya nanti, giliran para peternak kerban rawa Sumsel yang melihat peternakan kerbau rawa di Italia. "Mudah-mudahan bisa terealisasi tahun depan. Soalnya, di Italia susu kerbau rawa ini bisa diolah menjadi keju mozarela yang ada pada pizza," bebernya. Nah, Sumsel sudah seharusnya bisa mengembangkan potensi yang ada tersebut. Setidaknya, para peternak atau pemilik kerbau rawa bisa menambah penghasilan dari pengolahan susu kerbau rawa ini. Gubernur Alex Noerdin mengakui adanya masukan dan pembicaraan berbagai hal dengan Dubes RI untuk Roma Mohamad Oemar. Salah satunya, kata Alex soal potensi kerbau rawa di Sumsel. "Tapi ini baru tahap awal. Insya Allah bisa kita tindak lanjuti lebih serius lagi, mungkin mengarah ke kerja sama dengan Dubes RI di Roma tersebut," katanya. Diakui Alex, selama ini potensi sumber daya alam termasuk kerbau rawa yang jumlahnya cukup banyak di Sumsel belum memberikan hasil yang begitu besar bagi masyarakat. "Itu ide yang bagus bila memang susu kerbau rawa dimanfaatkan dan dapat diolah untuk pizza. Selama ini mungkin pernah tahu, tapi tidak ada tindak lanjutnya,"cetusnya. Dari Kepala Dinas Peternakan Sumsel Ir Asrillazi Rasyid diketahui, populasi kerbau rawa di Sumsel tersebar di beberapa kabupaten/kota. Terbanyak di OKI, OI dan Banyuasin. "Jumlahnya ada sekitar 50-60 ribu ekor," ucapnya. Informasi dari Dubes dan Atase Pertanian RI untuk Roma itu akan coba ditindaklanjuti dengan mengadakan kerja sama. "Kita akan kaji apa yang bisa dikerjasamakan. Mungkin Roma bisa menjadi pangsa pasar susu kerbau kita nantinya," tutur Asrillazi. Kerja sama yang diperlukan kemungkinan dalam hal pengolahan susu kerbau rawa tersebut menjadi produk lain yang lebih bernilai ekonomis. Pasalnya, kualitas kerbau rawa Sumsel tidak jauh beda dengan kerbau rawa di Italia. "Kita akan coba jadikan Banyuasin dan OKI jadi percontohan. Mungkin dengan kerja sama yang coba kita rintis bisa ada semi pabrik pengolahan susu kerbau rawa di Sumsel," tukasnya. Sebelumnya, Dubes RI untuk Roma Mohamad Oemar mengatakan, kondisi dan kapasitas ketahanan pangan Indonesia saat ini terkendala beberapa masalah. Di antaranya belum sinkron laju pertumbuhan penduduk dengan ketersediaan pangan. Masih rendahnya ketahanan pangan di tingkat individu dan rumah tangga. Masalah ketersediaan pangan dan distribusi. Lalu letak geografis Indonesia yang rawan bencana, serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap diversifikasi pangan dan kualitas gizi. Hal tersebut disampaikannya pada An International Outreach Seminar dengan tema Strengning Partnership in the Global Food Governance di Gedung Serbaguna Pascasarjana Unsri Bukit Besar. Sumsel Belajar Buat Keju ItaliaProvinsi kaya dengan potensi kerbau rawa, namun susunya belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal susu kerbau di Italia, dimanfaatkan menjadi bahan dasar keju Mozzarella, keju mahal yang dipakai untuk Pizza. Terkait hal itu, Atase Pertanian RI di Roma, Italia, dr Erizal Sodikin, menjajaki pengembangan dan pemanfaatan susu kerbau rawa di Sumsel, dengan bekerjasama bersama pihak-pihak terkait di Italia. Erizal yang ditemui disela-sela seminar internasional yang digelar di Paska Sarjana Universitas Sriwijaya (Unsri), menegaskan bahwa pihaknya melihat kemungkinan memanfaatkan susu kerbau rawa di Sumsel sangat besar. "Kerbau rawa di OKI misalnya sudah menjadi bagian masyarakat, susu sudah dimanfaatkan menjadi gula puan. Tapi belum optimal. Padahal di Italia, susu kerbau menjadi bahan dasar keju Mozzarella, keju untuk Pizza," kata Erizal yang merupakan putra asli Sumsel ini. Untuk itu, menurut Erizal, kemarin Gubernur Sumsel dan Dubes RI untuk Italia, Malta dan Cyprus, Mohamad Oemar, akan bertemu. Salah satu yang menjadi materi pembicaraan, yakni potensi susu kerbau rawa di Sumsel. "Jika pertemuan itu dicapai kata sepakat, maka tahun depan kongkret dimulai. Pertama mengirim tim dari Sumsel ke Italia melihat kemungkinan, setelah itu aspek teknis. Tempo hari ahli kerbau Italia sudah dibawa ke Sumsel, dan melihat OKI dan daerah lainnya,' papar Erizal. Dengan pemanfaatan susu kerbau rawa, menurutnya, maka setidaknya kian menambah nilai dari susu tersebut, selain juga menggairahkan petani beternak sapi rawa serta meningkatkan ketahanan pangan. Sedangkan Kepala Dinas Peternakan Sumsel, Asrilazi Rasyid, mengatakan upaya kerjasama bidang pangan ini akan diambil langkag dengan mengambel contoh kerbau rawa di OKI dan Banyuasin. "Potensi kita besar, bahkan di OKI saja kita punya 50.000-60.000 ekor kerbau rawa. Kita akan belajar mengenai pembuatan susu kerbau menjadi keju, karena kita yakin kualitas kerbau kita tidak jauh beda dengan kerbau Italia,' ungkap Asrilazi. Bagaimana pemasaran hasilnya? "Tadi ada masukan dari Sekjen Departemen Pertanian, keju itu akan dijadikan bahan baku keju pizza. Mungkin kita nanti bisa kerjasama dengan Pizza Hut, untuk membuat semacam pabrik keju Mozzarella," tukas Asrilazi |






